Jumat, 11 September 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 HIJRIAH

SELURUH STAFF DAN DIREKSI
MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1430 H

KEPADA SELURUH MASYARAKAT KABUPATEN BUOL
KAMI MENGUCAPKAN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
DI HARI YANG SUCI INI SEMOGA AMAL BAIK KITA MENDAPAT
PAHALA DIKEMUDIAN HARI

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Kepada seluruh Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Buol dan Masyarakat
Kami segenap Staff dan Direksi
Mengucapkan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga Ibadah kita diterima di Hadapan Allah SWT.

Minggu, 04 Januari 2009

BAGIAN ICU RSUD BUOL


Bagian ICU RSUD Buol dikepalai oleh Bapak Ichsan S.Kep, Ns dan staff didalamnya ada sebanyak 13 orang :
  1. Nurmila, Amd Kep
  2. Sarini, Amd Kep
  3. Herlina, Amd Kep
  4. Susan Fransiska, Amd Kep
  5. Yusriyanti Natalia, Amd Kep
  6. Irawati Persi Marthin, Amd Kep
  7. Espa Pali, Amd Kep
  8. Sumardi Yusuf, Amd Kep
  9. Syamsidar, Amd Kep
  10. Ni Putu Dharmawati, Amd Kep
  11. Siti Ahadiyah, Amd Kep
  12. Rosna Natalia, Amd Kep
Rumah Sakit Umum Daerah Buol masih dalam status RS tipe D yang baru mempunyai 2 orang tenaga ahli; Spesialis Penyakit Dalam dan spesialis Radiologi. Bagian ICU menjadi bagian yang sangat penting setelah peningkatan jumlah pasien yang dirawat membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif dengan melibatkan pelayanan perawatan organ penting seperti penyakit jantung, ginjal, susunan saraf pusat dan gangguan keseimbangan ion dan elektrolit seperti penderita pos operasi.
Dokter yang mengkoordinasikan ICU di RSUD Buol langsung di awasi oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam dan dibantu oleh seorang asisten dokter umum.

Rabu, 31 Desember 2008

Kunjungan Dokter Ahli Jiwa

dr. Dewi SpKJ

Keluhan Utama Pasien masuk Poliklinik:
  • Fisik Murni
  • Psikosomatis
  • Mental Emosional

Psikosomatis ; keluhan biasa yang dirasakan :
  1. dyspepsia
  2. hipertensi
  3. sesak.

Mental emosional ; sering dikeluhkan adalah : gangguan cemas
  • depresi
  • psikotik, masuk didalamnya juga adalah;
  1. Obat Narkoba
  2. Anak Remaja
Yang termasuk masalah apada anak dan remaja meliputi; Enuresis, Mental Retardasi, Autis, Gangguan Tingkah Laku, Hiperatif.

Secara statistik epidemiologi diperkirakan 20-30 % kunjungan poliklinik menderita gangguan masalah dan 10-20 % mengalami gangguan jiwa.

Anamnesis yang harus ditanyakan adalah :
  1. apakah sering sakit ? Berapa kali dalam sebulan.... Berapa kali dalam setahun.....
  2. stresor/pencetusnya apa kira-kira? Konflik Rumah Tangga... Masalah Keuangan .... dll
  3. pengaruh terhadap pekerjaan/sekolahnya ?
Penanganan :

Psikosis ; CPZ 100 mg 2 x 1
Haloperidol 1,5 mg 2 x 1
Parkinson ;
Trihexiphenidyl 2 mg 2 x 1
Diazepam 5 mg 2 x 1
SA injeksi 0,25 mg IM
Delledryl 2 cc IM
Diazepam injeksi IM dengan syarat normotensi.
Gangguan Cemas ;
Diazepam 5 mg 2 x 1
Alprazolam 0,5 mg 2 x 1
Clobazam 10 mg 2 x 1
Anti Depresan ;
Amitriptylin jarang.... bersifat Cardiotoxic
Maprotiline 50 mg 2 x 1
Fluocetin/Kalxetin
Sandepril, Ludiomil.

Pemberian selama 2 bulan....dilanjutkan dilanjutkan dengan maintenance 2 minggu kemudian diberikan secara Tapering off.
Kunjugan 30 Desember 2008.

Minggu, 28 Desember 2008

Sindrom Kolon Iritabel

SINDROM KOLON IRITABEL

dr. Putu Melaya – dr. Dekrit SpPD

Mungkin anda pernah mengalami gangguan buang air besar beberapa bulan terakhir ini ? atau anda mengeluh nyeri perut yang hilang setelah buang air besar, disertai feses yang berubah menjadi agak cair atau terjadi perubahan pola buang air besar yang lebih sering dari semula ?.atau tidak lampias setelah buang air besar ?. Apakah anda juga mengalami gangguan tidur disertai sulit konsentrasi dan nyeri badan ? Hubungan faktor psikis dan stres dengan gejala gastrointestinal memang bisa terjadi melalui mekanisme brain-gut axis. Dengan kata lain bahwa faktor psikososial seperti gangguan kepribadian, stres dalam kehidupan, kehilangan pekerjaan, konflik rumah tangga dapat mencetuskan penyakit.

Gejala sindrom kolon iritabel diatas bisa bermanifestasi seperti dominan diare atau dominan konstipasi atau selang seling antara diare dan konstipasi. Diperkirakan 8 – 17% (rata-rata 11%) populasi secara umum menderita penyakit ini, bahkan di negara industri dan negara barat kejadianya hampir 20% populasi dewasa. Beberapa orang mengeluh timbulnya gejala hanya pada saat terdapat stres psikis, sedangkan pada wanita dilaporkan gejala sindrom ini menjelang menstruasi. Beberapa juga mengalami hal ini tidak berhubungan langsung dengan saluran pencernaan seperti nyeri daerah panggul, nyeri saat haid, dispareunia, impotensi, sering buang air kecil (nocturia), atau tidak lampias buang air kecil.

Apakah yang harus anda lakukan ? berobat ke dokter atau menggunakan abat alami dulu ?

Diit makanan yang mengandung serat memperbaiki keluhan konstipasi atau konstipasi yang diselingi diare. Diit rendah gula dapat mengurangi keluhan diare seperti menghindari sorbitol dan manitol sebagai pemanis. Kopi dan coklat sebaiknya dihindari karena dapat menstimulasi aktifitas usus halus, mengurangi lemak untuk mengurangi produksi kolesistokinin. Menelan udara pada saat makan terlalu cepat makan atau sambil bicara, menghisap permen karet, minum soda harus dihindari. Kacang-kacangan yang memproduksi gas dan menimbulkan kembung. Buah yang dihindari seperti apel dan sayur seperti brokoli, kol dan kembang kol.

Psikoterapi yang diberikan mampu mengurangi kecemasan (anxiety) dan depresi yang terjadi bersamaan dengan gejala diatas. Perubahan perilaku ( Cognitive Behavioral Therapy–CBT), psikodinamik atau psikoterapi interpersonal, hipnotis, stress management dan latihan relaksasi mampu meningkatkan kemapuan adaptasi (coping) maupun menyelesaikan masalah.

Farmakoterapi hanya diberikan dengan ditegakkanya diagnosa, yang bertujuan untuk menghilangkan rasa nyeri mengurangi keluhan kembung dan memperbaiki gangguan pola buang air besar.

Psikofarmaka dengan pemberian anti depresan yang memiliki efek antikolinergik.

Sindrom ini merupakan gangguan fungsional yang disebabkan oleh interaksi berbagai faktor biologis dan faktor psikososial. Penanganannya juga melibatkan pertimbangan faktor psikososial tentunya.

dr. Putu Melaya

Asisten Penyakit Dalam Bagian ICU RSUD Buol

Kamis, 25 Desember 2008

dr. Maryati Ismail


Betalaktam untuk pengobatan Demam Tipoid:

Ampicillin 4 x 1 gram selama 2 minggu
Amoxicillin 50 - 150 mg/kgBB/ hari selama 2 minggu
Sefiksim 10 - 15 mg/kgBB/hari sepuluh hari
Seftriakson 2 gram/ hari selama enam hari


Kapan Sebaiknya Vaksin HPV ?

Para pakar menganjurkan pemberian vaksin HPV diberikan pada saat remaja sebelummelakukan aktivitas seksual. Advisory Committee on Immunization Practices merekomendasikan imunisasi HPV diberikan pada remaja putri usia 11 - 12 tahun.


Pemberian Vaksin HPV berdasarkan :
  1. Infeksi HPV tertinggi pada remaja.
  2. Pemberian vaksin HPV terbukti kadar antibodi pada remaja.
  3. Dari survei melalui kuisioner yang dikirimkan kepada dokter keluarga dan dokter anak (response rate 59%), anak umur 9 - 12 tahun lebih banyak berhubungan dengan petugas kesehatan.
  4. Sebaiknya vaksinasi HPV diberikan sebelum melakukan aktivitas seksual.

Rabu, 24 Desember 2008

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430

SELURUH STAF DAN DIREKSI RSUD BUOL
MENGUCAPKAN
SELAMAT TAHUN BARU 1430 HIJRIYAH




dr. Hi Syafriudin Puili
Direktur RSUD Buol